22 Desember 2009

Untuk Ibu-Ibu di Hari Ibu

Saya baru saja pulang dari shalat maghrib di masjid. Tiba-tiba saja, terbetik rindu dalam hati saya hendak menelpon orang tua di Tembilahan. Saya telpon lah ayah saya, hendak menanya kabar mereka berdua, terutama ibu saya. Ada sekitar tiga kali berulang, namun telpon saya itu tak diangkat-angkat oleh ayah saya di sana. Lalu, saya putuskan saja untuk menelpon kembali nanti usai shalat isya. Dan, saya pun berangkat lagi ke masjid.

Pulang dari masjid, saya telpon kembali ayah saya, sebagaimana niat saya tadi. Dan, kembali kejadian itu berulang. Telpon saya tak diangkat. Mulailah perasaan kurang sedap menguasai hati saya. Namun, saya mencoba tak putus asa, saya telpon kembali. Kali ketiga, barulah saya dengar suara di seberang sana, suara ayah saya, “Gy, tabah nak ya...”

“Ada apa, Pa?” saya bertanya.

“Tabahkan hati mendengar berita ini nak ya...”

“Ada apa, Pa?” saya memburu.

“Mama tumbang (pingsan) tadi sore. Ini kami sedang di rumah sakit bersama adikmu Benny, menemani Mama. Sampai jam ini Mama belum sadarkan diri...”

Kontan saja saya merasa tak berpijak di bumi mendengar itu. Namun, saya mencoba menguasai diri. “Bagaimana bisa begitu, Pa?” saya bertanya.

Ayah saya menjelaskan, bahwa sore itu, habis shalat ashar, ibu saya bertolak dari rumah pergi ke tempat Wirid Yasinan Ibu-Ibu. Kebetulan, ibu saya lah ketua kelompok yasinan itu. Dialah yang memimpin pembacaan Surat Yasin sore itu. Usai pembacaan Yasin, beliau pun memimpin do’a. Dan, do’a itu tak sempat selesai. Di tengah-tengah pembacaan do’a itu, ia pun tumbanglah. Kiranya, tekanan darahnya naik melebihi daya tahan tubuhnya. Ibu saya, selama ini, memang berpenyakit tekanan darah tinggi.

Saya tak diperkenankan untuk pulang ke Tembilahan oleh ayah saya. “Kalau mau pulang besok saja. Ini hari sudah malam. Besok pagi saja berangkat. Biarlah malam ini Papa dan Benny saja yang bersama Mama. Ada juga banyak tetangga yang ikut menemani kami di sini, di rumah sakit...”

Sebenarnya, kuat sekali keinginan saya untuk bertolak dari Pekanbaru malam itu juga. Tapi, saya mengenangkan ayah saya juga. Betapa bertambah kusut pikirannya nanti. Sudahlah ibu saya yang terbaring tak sadarkan diri, memikirkan saya pula yang sedang dalam perjalanan dimana jarak Pekanbaru-Tembilahan tidaklah dekat, sekitar 300 km.

Malam itu, dengan kondisi demikian, jelas saja saya tak bisa tidur. Saya coba shalat sunnat berkali-kali dan berdo’a semoga ibu saya disembuhkan seperti sedia kala oleh Allah Rab Yang Maha Kuasa. Tak terasa, hampir menjelang subuh saya shalat. Dan, entah mengapa, mungkin karena lelah juga tak tidur semalaman itu, saya pun terlelap sebentar dalam posisi duduk di tikar shalat. Dalam lelap yang sekejap itu lah saya bermimpi bertemu ibu saya,

“Egy. Mana sih rumah yang mau Egy kasih sama Mama itu,?” Ibu saya bertanya dengan tersenyum.

“Itu, Ma...,” kata saya menunjuk rumah yang dimaksud.

“Lha, lebih bagus rumah Mama...,” kata Ibu saya sambil tetap tersenyum. “Tapi, nggak apa-apa. Kalau digabung rumah pemberian Egy ini dengan rumah Mama, rumah Mama akan tampak lebih bagus,” katanya seraya memeluk kepala saya seraya mengelus rambut dan mencium kening saya.........

Dan....... Bunyi telpon itu membangunkan saya.

Itu dari ayah saya. Jam di layar HP itu menunjukkan pukul 03.30 dinihari. Langsung saja saya angkat, “Ya, Pa?”

“Nak, tabah ya nak. Mama sudah berpulang.......,” air mata itu pun tak bisa saya tahankan lagi............

Segala sesuatu berasal dari Allah, dan semuanya pun kembali kepada Allah...

Subuh itu, sebagaimana biasa, ketika dimintakan menjadi Imam, kali ini saya menolak. Saya takut bacaan saya menjadi tak bagus, karena mulut saya serasa tercekat oleh perasaan yang selalu ingin menangis. Saya sampaikan kepada jama’ah di masjid bahwa ibu saya baru saja berpulang subuh ini. Saya mintakan kepada semuanya untuk turut juga mendo’akan ibu saya.

Pukul 06.00 pagi itu, saya pun bertolak menuju Kuantan Singingi, karena di sanalah kampung ibu saya, dan di sanalah ibu saya akan dikebumikan. Dan, di sana pulalah nantinya saya akan melihat wajah ibu saya untuk terakhir kalinya, di dunia ini...

“Ma, semoga Allah buatkan kuburmu dari taman syurga...”



N/B:
Nama saya Khery Sudeska. “Khery” itu berasal dari bahasa arab “Khair” yang artinya “baik”. Sedangkan “Sudeska” itu adalah singkatan dari Sumidi (nama ayah saya) Desmaneti (nama ibu saya) dan Kamis (hari lahir saya). Jadi, arti nama saya itu kira-kira “anak Sumidi dan Desmaneti yang lahir pada hari Kamis itu adalah orang yang Baik (Khair)”. Oleh sebab itulah, blog ini saya beri nama Sudeska.Net. Tapi, di keluarga, saya dipanggil Egy. Begitu pula oleh teman-teman saya. Entah mengapa. Namun, saya juga sangat suka ketika dipanggil “Sudes” oleh Bundo nakjaDimande dan Bundadontworry. Guru mengaji saya, juga memanggil saya dengan panggilan “Sudes”, karena ia bilang bacaan tartil saya mirip dengan Abdurrahman As-Sudais, Imam Besar Masjidil Haram Mekah itu. (Ini sih kata dia, guru ngaji saya itu. Saya tak merasa begitu.)

Posting ini, tidak bermaksud untuk menjadikan suasana hari ibu ini menjadi berduka. Posting ini justru sebagai penghargaan saya untuk para Ibu. Posting ini, wujud kecintaan saya kepada Ibu saya dan kepada semua Ibu. Ibu adalah manusia paling tangguh. Air matanya kelemahan sekaligus kekuatannya. Air mata ibu adalah air mata kehidupan. Seorang ibu harus mengeluarkan air mata untuk membuat dunia ini ramai dan gembira.

Posting ini saya persembahkan kepada Ibu saya, Bundadontworry (Ibu yang cerdas dan penuh inspirasi), Bundo nakjaDimande (seorang Ibu yang telah lama ingin menjadi Ibu, semoga keinginannya segera dikabulkan Allah, Amin...), Mamah Aline (Ibu yang lucu dan penuh kasih sayang), dan kepada seluruh Ibu-Ibu di Hari Ibu. Salam takzim dan penuh cinta dari saya kepada seluruh Ibu-nya Manusia...

**maaf, bila akhirnya posting ini terlalu panjang**

KONSULTASI BISNIS
Bagaimana Menemukan Ide dan Memulai Bisnis Anda?
Silakan menuju ke "RUANG KONSULTASI". Klik Disini!!

27 komentar:

Ruang Hati mengatakan...

Siapapun Kita semua yang ada di dunia sekarang. baik itu seorang pelajar atau pejabat, baik seorang jendral maupun kopral, baik seorang mahasiswa ataupun taruna, baik itu seorang penjahat ataupun pelacur, baik itu seorang koruptor atau pun director, baik seorang menteri ataupun seorang peragawati. Kita semua terlahir dari rahim ibu, ibu yang dengan tulus ikhlas mengandung merawat dan membesarkan kita hingga sekarang kita menjadi seperti ini. Coba saja kalo ibu kita tidak ikhlas mungkin kita sudah di aborsi. Ketika kecil kita sakit beliau merawat kita, ketika kita belum bisa berjalan, beliau menuntun kita, ketika kata belum terucap beliau membimbing kita. Siapapun ibu kita entah renta atau masih muda, entah masih bersama kita ataupun sudah tiada, mari kita ucapkan terima kasih pada beliau, mari kita kasihi beliau sebagaimana kita dulu beliau kasihi, Ya Tuhanku berikanlah tempat teramat istimewa bagi ibuku tersayang.

Ruanghati.com Selamat Hari Ibu

nakjaDimande mengatakan...

Terimakasih sudes..

InsyaAllah ada taman di surga untuk mama, dan kelak akan berkumpul orang-orang yang saling mencintai karena Allah.

arkasala mengatakan...

Saya turut mendoakan Mas Khery. Ibu saya juga sudah tiada setahun yang lalu.
betapa mengharukan memang di hari ibu ini.
Selamat hari Ibu buat Ibu-ibu.
Salam hangat buat Mas Khery dan seluruh handai tolan.

heru mengatakan...

saya ikut mendoakan mas sudeska, semoga diterima disis allah.
selamat hari ibu. semoga kita mendapatkan hikmah dihari ibu ini, karna kasih sayang seorang ibu tiada habisnya buat sang anak.

bundadontworry mengatakan...

tak berhenti air mata bunda membaca tulisan ini,Mas Sudes.

bundadontworry mengatakan...

bunda ikut merasakan hati Mas Sudes yg saat ini tengah rindu pd Ibunda tercinta.
Semoga Ibunda selalu dirahmatiNYA,diberikan taman surga dan disayangi olehNYA,amin.
Terima kasih Mas Sudes utk tulisannya yg penuh sentuhan kelembutan , inilah hasil karya seorang anak sholeh dr seorang Mama terhebat yang bernama Desmaneti.
Bunda akan selalu ikut mendoakan Mama dan Mas Sudes.
salam.

cah ndeso mengatakan...

Salam silaturahim dari Lereng Muria :D
Ikut mengucapkan Selamat Hari Ibu, tapi bingung ini hari ibu yang keberapa yah?

Semoga ibu-ibu tetap semangat buat ngeBlog. heheheee :D

tetenw(blog sehat) mengatakan...

Jasa Ibu tak dapat terbalaskan oleh nilai materi seberapa pun itu ... bagi anda yang Ibu-nya masih ada .. segeralah lakukan yang terbaik untuk membuat Ibu bahagia ... SELAMAT HARI IBU ...+

Berry Devanda mengatakan...

selamat hari ibu sobat...
salam kenal...

bluethunderheart mengatakan...

kangen karo bundaku nich.......hehe
salam hangat selalu

Princess Meliamengatakan...

ikut merasakan kesdihan bang egy.
Mama bg egy pasti bangga punya anak sperti bg Egy.

Tulisan bg egy juga menyadarkan princess melia betapa besarnya cinta mama pada princess Melia.

Insyaallah stelah kluar rumah sakit mau pulang jenguk mama,,,
Tiba2 Sesak di dada ini merindukan mama..

Ihsan Prawoto mengatakan...

Barokumullahu fiikum...saya teringat ibu saya yang meninggal...beruntung mas sudeska masih punya ibu... berbuat baktilah sebanyak--banyak kepada beliau...jangan menyesal seperti saya...

hendrie k_bejo mengatakan...

ibuuu...emak...Mother...I love' u fuLLLL !!!

b mengatakan...

SELAMAT HARI IBU SEMUA....

belajar bisnis internet | hill mengatakan...

speechless.......
selamat hari ibu untuk semua ibu dan calon ibu

Wasyoko mengatakan...

semoga dihari ibu ini sangat berarti buat kita semua,amain.

pasutrisatu mengatakan...

Ibu, Ibu, Ibu, baru Bapak..menunjukkan begitu mulianya seorang Ibu disisi anaknya

Wandi thok mengatakan...

Wah aku dadi ngerti arti Sudeska mas Egy :lol:
Ini komeng dari speedy di SMPku jadi bisa.

bluethunderheart mengatakan...

semangat y kawan
salam hangat selalu

dasir mengatakan...

Selamat hari ibu, semoga ibunda mas khery lekas sembuh ya. Salam kenal..

hpnugroho mengatakan...

kenapa kejadian telpon tidak diangkat dan tidak bisa dihubungi sama dengan kisah saya ya ..
bedanya, saat ditelpon langsung diberitakan ibu sudah tiada ...
dan ini tahun pertama buat sy, di hari ibu tanpa kehadiran seorang ibu, kecuali ibu anak-anak sy ..

hafiid mengatakan...

Mudah-mudahan Mama mas Egy diterima disisinya,

Jadi sedih memikirkan Ibu mas, Jadi terbayang kelak gimana kalau Ibu sudah meninggal.

karena entah yang saat ini saya perbuat sama Ibu sudah cukup membahagiakan beliau apa belum.

Bagi teman-teman yang lain, Selamat hari Ibu...

Rita Susanti mengatakan...

Pertama kali mendengar bahwa ibu saya sudah tak ada, rasanya seperti tidak berpijak di bumi, sebagian dari diri saya seakan pergi dan menghilang entah kemana. Dan mungkin rasa seperti itu juga akan dirasakan oleh semua anak ketika kehilangan ibunya...

Aku doakan semoga Ibumu mendapat tempat yang indah di sana Bang...

Selamat hari Ibu untuk semua Ibu di dunia...

candradot.com mengatakan...

oooo dari situ namanya mas khery hehhehe

Khery Sudeska mengatakan...

Sahabat2 semua, trims atas komentar dan simpatinya kepada saya. Saya tak dapat menanggapi komentar disini satu per satu. Saya selalu saja bercucuran air mata mengenangkan ini. Jujur, saya merampungkan tulisan ini sampai lima jam, karena selalu saja bercucuran air mata saat menulisnya. Bahkan, bila saya baca ulang kembali, saya tetap saja bercucuran air mata. Kisah di atas adalah kisah nyata saat2 kepergian Ibunda saya tercinta. Sekali lagi, trims... :)

Mamah Aline mengatakan...

Khery... ikut terharu dalam cerita bersama mamamu, semoga bakti dan doa anak sholeh sepertimu menjadi doa yang tak terputus amalannya untuk beliau, dan semoga segala amal ibadah semasa hidup diterima Allah SWT.

ikkyu_san a.k.a imelda mengatakan...

Ibu memang tidak akan bisa terlupakan.

Rasa cinta Mas Egy pada ibunda sajalah yang bisa membuat Mas Egy merampungkan tulisan ini.
Saya yakin ibunda sudah berada di rumah Allah, tempat yang paling indah, yang menjadi tujuan akhir manusia..

turut berduka

EM

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Bagi sahabat-sahabat pembaca yang belum mempunyai Blog, anda tetap bisa berkomentar/bertanya disini. Caranya, pada "Select frofile..." pilihlah Name/URL. Tulis pada kotak Name dengan Nama Anda, dan kotak URL anda kosongkan saja. Tuliskan komentar/pertanyaan anda di dalam kotak komentar, lalu Poskan Komentar anda.

 
© Copyright by Blog Khery Sudeska  |  Template by Blogspot tutorial