28 Oktober 2009

Potret UKM Indonesia Dalam Analisa SWOT

Saya baru saja diangkat menjadi menteri. Ya, Menteri Koperasi dan UKM. Anda mungkin mengira saya sudah gila atau membual. Sayangnya tidak. Kalau anda tidak percaya, silakan lihat susunan kabinetnya disini.

Nah, anda sudah lihat. Betulkan? Saya sekarang memang benar-benar seorang menteri. Seorang menteri dari Kabinet Narablog Bersatu. Hehehe... Meskipun kabinet ini bukan kabinet "beneran", tapi masing-masing menteri punya tugas yang sangat serius. Dan sebagai salah satu wujud memenuhi Program Kerja 100 Hari, saya menyampaikan Potret UKM Indonesia Dalam Analisa SWOT ini, dengan catatan:
  • Analisa ini baru berupa analisa mentah, oleh karenanya kami (Departemen Koperasi dan UKM, ciee-ilah...) tidak menyertakan bobot dan rating dalam analisa ini.
  • Kami juga tidak menyertakan strategi SO, ST, WO, dan WT dalam analisa ini. Karena hal tersebut, selanjutnya, masih memerlukan pertimbangan Presiden dalam suatu rapat kabinet nantinya. :D
  • Berikut ini adalah analisanya,
Kekuatan:
  1. Berbagai keterbatasan dalam mengakses sumber daya produktif menjadikan UKM sebagai usaha yang mandiri, kukuh, dan fleksibel. Fleksibelitas UKM dari satu sektor ke sektor lainnya, justru menjadi kekuatannya dalam kelangsungan hidup dan mengembangkan usahanya.
  2. UKM merupakan wahana dan tumpuan utama yang paling menjanjikan bagi penciptaan wirausaha baru. UKM merupakan tataran terdekat yang dapat dijangkau oleh masyarakat yang ingin memulai berwirausaha.
  3. UKM mempunyai karakteristik keluasan daya tampung yang besar bagi perwujudan aspirasi ekonomis masyarakat luas untuk memperoleh penghidupan.
  4. UKM mempunyai fleksibelitas dan ketahanan yang tinggi dalam mengantisipasi dan menyesuaikan diri terhadap dinamika perubahan (perkembangan) pasar. Ini disebabkan karena dominannya tumpuan pasar domestik, serta kuatnya akar pada penggunaan input sumber daya dalam negeri.
  5. UKM tidak terpengaruh oleh fluktuasi mata uang asing, karena (terutama) masih menggunakan bahan baku dalam negeri.
Kelemahan:
  1. Rendahnya kualitas SDM. Tercermin dari kurang berkembangnya kewirausahaan, rendahnya produktifitas, dan daya saing. Kelemahan ini berpengaruh dalam; menciptakan dan memanfaatkan peluang usaha, agresifitas mengakses pasar (terutama ekspor), dan akses terhadap sumber-sumber permodalan.
  2. Keterbatasan sarana dan infrastruktur, terutama di sektor transportasi, telekomunikasi, pasokan air bersih, dan listrik.
  3. Keterbatasan akses UKM terhadap sumber daya produktif, menjadi kendala untuk pengembangan usaha secara cepat dan berkesinambungan. Ini akibat struktur perekonomian nasional yang penuh dengan ketimpangan dalam penguasaan dan alokasi sumber daya produktif.
  4. Upaya mempercepat pembangunan UKM memiliki berbagai keterbatasan, yakni; mekanisme pasar yang berkeadilan belum efektif berfungsi, keterbatasan keuangan negara untuk pembinaan UKM, belum optimalnya fungsi intermediasi Bank, dan belum optimalnya pelaksanaan otonomi daerah untuk mendukung pembangunan UKM.
  5. Rendahnya komitmen, kemampuan, dan kualitas pembina di instansi pemerintah (terutama di daerah-daerah propinsi dan kabupaten/kota).
  6. Belum terwujudnya komitmen, konsistensi kebijakan, dan semangat keterpaduan berbagai pihak (pembuat kebijakan) dalam pengembangan UKM. Ini menyebabkan pemborosan dan tidak efektifnya pembinaan UKM.
  7. Masih terbatasnya penggunaan teknologi informasi (seperti internet), sehingga jangkauan pasar menjadi terbatas dan efisiensi usaha rendah.
Peluang:
  1. Pulihnya perekonomian nasional dari krisis ekonomi.
  2. Meningkatnya kesadaran, komitmen dan keberpihakan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan arti pentingnya UKM dalam perekonomian.
  3. Adanya kemauan politik yang kuat dari pemerintah, dan berkembangnya tuntutan masyarakat untuk menciptakan pembangunan yang berkeadilan dan transparan, serta komitmen membangun sistem ekonomi kerakyatan (meskipun ini masih abtsrak).
  4. Dukungan pranata konstitusi (UU. Usaha Kecil, UU. Perkoperasian, dan UU. Propernas) yang memberikan prioritas pembangunan ekonomi pada UKM dalam mewujudkan sistem ekonomi kerakyatan.
  5. Pelaksanaan otonomi yang lebih baik, disertai perimbangan keuangan yang lebih baik.
  6. Perubahan struktur perekonomian nasional dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa. Hal ini menciptakan peluang bagi UKM (terutama di bidang agribisnis, agroindustri, pariwisata, industri kerajinan, dan industri lainnya) untuk berfungsi sebagai sub kontraktor yang kuat dan efisien bagi usaha besar.
  7. Semakin pesatnya kerjasama ekonomi antar negara, terutama dalam konteks ASEAN.
  8. Tersedianya SDM angkatan kerja dalam jumlah besar yang masih belum terdayagunakan secara produktif.
  9. Potensi pasar dalam negeri yang terus berkembang, seiring dengan perkembangan jumlah penduduk.
  10. Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, yang sangat menunjang dinamisasi kegiatan bisnis, dan juga menunjang kemampuan akses pasar secara cepat.
Ancaman:
  1. Adanya agenda Neoliberalisasi dari dunia internasional. Liberalisasi perdagangan yang tanpa batas akan mengancam upaya pengembangan UKM.
  2. Kompetisi dengan pebisnis asing yang sangat inovatif, didukung teknologi, modal, dan jaringan usaha yang luas akan membuat UKM sulit berkompetisi dan berkembang.
  3. Kelemahan pengaturan dan penegakan hukum dapat mengancam semakin terdesaknya UKM oleh usaha besar yang secara agresif memasuki wilayah usaha yang sepantasnya diperuntukkan bagi UKM.
  4. Masih rendahnya komitmen mutu dari pelaku UKM, menyebabkan rendahnya kepercayaan konsumen terhadap kualitas dan keandalan produk UKM.
  5. Rendahnya kepercayaan konsumen terhadap pelaku UKM akibat kurangnya komitmen akan penegakan etika bisnis.
NB. to Ibu Presiden nakjaDimande: “Sudah beberapa hari saya menunggu, namun mobil dinas ber-plat merah itu belum juga diantar dan markir di garasi saya. Makanya, beberapa hari ini saya terus mikir, saya ini benar-benar seorang menteri apa enggak ya?” :D


KONSULTASI BISNIS
Bagaimana Menemukan Ide dan Memulai Bisnis Anda?
Silakan menuju ke "RUANG KONSULTASI". Klik Disini!!

33 komentar:

nakjaDimande mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb
terimakasih pada sudara sudeska yang sudah memberikan kesempatan pada saya untuk memberikan sambutan. ehm.. ehm..

terus terang saya sungguh terkesima dengan program yang sudah anda rancang sedemikian rupa, sangat luar biasa..!!!

dan karena pada dasarnya saya kurang memahami segala hal yang berkaitan dengan koperasi serta UKM ini, maka saya akan serahkan sepenuh kewenangan di tangan anda untuk memajukan perkoperasian di negara kita.

begitu saja saudara sudeska, terimakasih karena telah bersedia berkerjasama.

wassalam
Presiden Ladang Ilalang

KangBoed mengatakan...

RAIHLAH “JATI DIRI MANUSIA”.. untuk
MENGEMBALIKAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

KangBoed mengatakan...

Manstaaaaaaaaaaaaaaab programnya bikin kepala geleng geleng

andry sianipar mengatakan...

salam super,,,
UKM sudah terbukti sebagai bisnis unit yang kebal krisis. jika Anda sudah mengulas dari sisi SWOT maka saya berani mengatakan bahwa UKM sebagai unit bisnis yang SCA ( sustainable competitive advantages ). sudah selayaknya pemerintah mengalokasikan tidak hanya perhatian tapi juga regulasi regulasi yang berpihak pada kelangsungan UKM di indonesia.

heru mengatakan...

bagus sekali mas sudeska programnya, sip..sip...mantap

Khery Sudeska mengatakan...

@andry sianipar: Ya, saya setuju Mas Andri :)

@KangBoed & Heru: Ini sebenarnya belum merupakan program, Mas Heru & Kang Boed. Baru berupa analisa. Hehehe... Tapi dalam rangka menuju Program 100 Hari :D

Ricky mengatakan...

Pemaparan yang sangat lengkap mas..terimakasih sudah mau berbagi.

salam sukses

syd mengatakan...

bener-bener rancangan program yang patut di acungi jempol,..
ayo dilaksanakan :D

sumartono mengatakan...

Hidup Kabinet Narablog Bersatu!! Selamat juga buat Mas Sudeska, semoga berhasil dalam mewujudkan rancangan program kerjanya tersebut.

Stttt...kalau ada proyek bagi-bagi ya he..he..

belajar bisnis internet | hill mengatakan...

Berharap anasila ini dibaca sama menteri KIB Jilid 2 :D. dan yang terpenting KNB bisa jadi cermin yg baik buat KIB :D, sepertinya KIB jilid 2 banyak yg miss match posisi menterinya :D(asmumsi sy sih mudh2n salah)

oh iy kawan, sy jg minta maaf jarang bw, lg cari cara keluar dr google sandbox,hiks..hiks hampir semua artikel hilang dr google, punya saran bagaimana keluar dr sandbox?

Khery Sudeska mengatakan...

@sumartono: Ini Mas Sumartono pikirannya udah ke proyek aja nih, mobil dinas aja saya belum dapat. Wkwkwkwk....

@hill: Ya, saya juga merasa begitu. Tapi, seperti yang kawan bilang, mudah2an aja dugaan kita salah :) O ya... soal keluar dari sandbox saya belum punya info. Tapi, saya akan bantu carikan solusi. Ntar kalo dapat saya confirm. Ok?

andriristiawan mengatakan...

ada ada sajah :D
kabinet blogger -_-a...
mas sudeska sebagai salah sat mentri haruis bertindak dengan bijaksana, adil, tegas dan dapat dipercaya oleh masyarakat blogger yang lain...
kalo tidak melaksanakan tugasnya dengan baik., ntar saya terror lo.... Huahuahuahauh :D

rudy azhar mengatakan...

Analisa SWOT yang Mas paparkan diatas cakupannya terlalu luas sepertinya, kenapa tidak lebih spesifik menceritakan tentang UKM tersebut seperti produk apa yang bisa dihasilkan lalu beri Analisa SWOT.. jadi kinerja bisa lebih dimaksimalkan step by step....

Zico Alviandri mengatakan...

Sukses deh mas, menjalankan tugasnya sebagai menteri :D

Mudah2an UKM Indonesia semakin berkembang.

bukan facebook mengatakan...

sepertinya mentrinya KIB II juga ndak bisa bikin anlisa macam begini... :D

hpnugroho mengatakan...

maaf .... gak ngerti masalah ekonomi atau ukm, jadi numpang lewat aja deh ....

sobatsehat mengatakan...

mas susdeka, analisa yang mas sampaikan betul betul lengkap. harapn kita semua bahwa : dengan melihat sisi peluang dan ancaman serta kekuatan semoga dapat lebih maju kedepan. semoga

mamah aline mengatakan...

semoga mentri baru kita ini sukses dalam menjalankan program barunya yang cemerlang, salam hangat selalu

anung yusmar mengatakan...

Wah..ini mensos mana nih Negara tetangga apa narablog kok jadi lebih pantas yang ini yah... coba nanti saya minta waktu untuk dialog sama pk by biar resapel yang disana diganti yang disini...

gimana para warga setuju tidak....???(aa gym)

anung yusmar mengatakan...

maksudna menkoukm hihiih

belajar blog mengatakan...

wkwkwkwk...
kirain benaren jadi menteri
jadi bangga blogger ada yang jadi menteri, pernah komen di artikel saya lagi

Action Figure Toy mengatakan...

waduh saya malah lupa ama artinya SWOT mas
apaan yah ^0^

NoRLaNd mengatakan...

mw kabinet "beneran" mw kabinet apapun itu, asal sudah diangkat menjadi anggota / mentri didalamnya, berati kemampuan anda diakui oleh public ya... congratz :)

the bunglon's mengatakan...

Program yang bermutu...
lanjutkan...!

Khery Sudeska mengatakan...

@rudy azhar: Thanks, Bang Rudy. Masukan anda yahud banget. Saya setuju. Memang pemaparan ini butuh masukan seperti itu. Tq...

@all: Trims atas support-nya :D

Irwan M Santika mengatakan...

saya rasa 7 poin kelemahan dan 5 point ancaman akan bisa diatasai dengan 5 point kekuatan dan 10 point peluang walaupun mempunyai jumlah point yang sama yaitu 15.

soal bobot dari semua point yang akan saling mempengaruhi saya yakin kelemahan dan ancaman akan mempunyai nilai yang kecil jika kita lebih memberikan perhatian lebih pada kekuatan dan peluang.

Sukses :)

mwiyono mengatakan...

Selamat dan sukses selalu untuk anda ???

berkunjung ke blog anda memang sangat menyenangkan banyak konten yang bermanfaat. karena itu saya berharap banyak untuk bisa terus berkunjung namun lebih baik jika anda juga mau memberikan kami link. biar persahabatan ini semakin akrab.

semoga permitaan link ini disetujui...ok

arkasala mengatakan...

salut atas analisis SWOTnya Mas. Saya kebetulan bekerja di perusahaan kelas menengah. Ada satu hal yang sulit yaitu sentralisasi pengelolaan usaha. Jadi belum berfikir sistem. Entah berapa prosentasenya pengusaha kecil dan menengah kita yang berfikir sistem.
Trims sekali menambah wawasan saya. Salam sukses selalu :)

Agus Siswoyo mengatakan...

Saya dukung mas Khery...
Tapi lewat partai mana mas?

Khery Sudeska mengatakan...

@Irwan M. Santika: Trims, Mas Irwan. Membaca pendapat anda, saya pun jadi tertarik untuk mengembangkan analisa ini lebih dalam lagi.

Sukses selalu untuk Mas Irwan :)

@mwiyono: Ok, Mas :) Salam kenal juga dari saya...

@arkasala: Kapan2 boleh kita diskusikan lebih dalam lagi, Kang Yayat :)

@Agus Siswoyo: Masa gak tahu :D

Cara Baru Mengatasi Septictank Penuh Tanpa Sedot mengatakan...

ijin nyimak info nya gan
keren nih, menarik dan bermanfaat sekali
thanks ya, sukses terus

STARBIO Plus Untuk Mengatasi Wc Mampet mengatakan...

informasi yang sangat menarik dan bermanfaat nih gan
senang bisa berkunjung ke blog anda
terimakasih banyak

Atasi Septiktank Mampet Tanpa Sedot mengatakan...

senang bisa berkunjung ke bloga anda, infonya sangat mernarik dan bermanfaat
terimakasih, sukses terus

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Bagi sahabat-sahabat pembaca yang belum mempunyai Blog, anda tetap bisa berkomentar/bertanya disini. Caranya, pada "Select frofile..." pilihlah Name/URL. Tulis pada kotak Name dengan Nama Anda, dan kotak URL anda kosongkan saja. Tuliskan komentar/pertanyaan anda di dalam kotak komentar, lalu Poskan Komentar anda.

 
© Copyright by Blog Khery Sudeska  |  Template by Blogspot tutorial