05 Januari 2010

Quraish Shihab; Do’a dan Optimisme

Kalau sekiranya anda tanyakan kepada seseorang, “anda optimis?” terhadap sebuah objek kehidupan, maka seketika itu juga jawabannya akan beragam. Ada yang mungkin akan menjawab “saya optimis”, “saya tak terlalu optimis”, atau sama sekali “saya tidak optimis”. Namun, ketika ditanyakan “apa itu optimisme?”, maka tak semua orang bisa merumuskan jawabannya dalam sebuah kalimat. Yang nyata, hanya bisa dirasakan maknanya dengan tepat di dalam hati, tapi tak dapat dirumuskan dalam sebuah alur kalimat.

Sudah jamak dalam kehidupan manusia, bahwa manusia itu punya harapan dan keyakinan. Keselarasan antara sebuah harapan dan keyakinan akan tercapainya harapan tersebut, itulah yang dinamakan dengan optimisme.

Namun, sudah jamak pula dalam kehidupan manusia, selalu punya gelombang. Tak selamanya harapan dan keyakinan itu selaras. Sebab, manusia juga ditakdirkan punya naluri cemas. Kecemasan inilah yang mempengaruhi tinggi rendahnya optimisme. Ketika kecemasan mengecil, pada saat itulah optimisme meningkat. Demikian pula sebaliknya.

“Suka atau tidak suka, kehidupan manusia mengandung konsekuensi. Manusia mengalami penderitaan, kesedihan, dan kegagalan, sebagaimana ia juga akan mengalami kegembiraan, prestasi, dan keberhasilan” (Quraish Shihab dalam makalahnya Amalan Keagamaan Sehari-hari, 1997). Tak dipungkiri, banyak kepedihan yang bisa diatasi dengan upaya yang bersungguh-sungguh. Namun, beberapa (atau mungkin banyak) peristiwa di dalam hidup tak selalu demikian, ia tak bisa diatasi dengan upaya yang bagaimanapun, kecuali dengan bantuan Allah Yang Maha Kuasa. Nah, pada titik inilah posisi do’a menjadi sebuah kemestian.

Hanya saja kemudian, tak pula semua manusia itu yakin bahwa do’anya akan dikabulkan, disinilah letak persoalannya.

Dalam persfektif ideologi Islam, Allah Swt. pernah berjanji, “Berdo’alah kepada-Ku, maka pasti akan Aku kabulkan”. Janji Allah ini tentu tidak main-main. Janji ini bukan janji manusia, yang kadang kala mungkir. Janji ini adalah janji yang pasti ditepati.

Lalu, mengapakah manusia banyak yang merasa bahwa do’anya tak dikabulkan Tuhan? Pada tahap inilah pentingnya sebuah kesadaran. Sadar artinya adalah pengetahuan akan realitas dan penerimaan. Sadar bahwa “persfektif” Allah itu tidaklah sama dengan persfektif manusia. Allah itu jauh lebih tahu, jauh lebih bijak di atas segalanya yang ada di langit dan di bumi, ataupun yang ada di antaranya.

Oleh karena itu, Quraish Shihab mengatakan, bahwa menurut sementara ulama, do’a akan dikabulkan dalam tiga cara; pertama, dikabulkan sesuai dengan permintaannya. Kedua, dikabulkan dengan menggantinya dengan sesuatu yang lain yang lebih bermanfaat bagi si pemohon. Ketiga, ditangguhkan pada hari kemudian, untuk diberi ganjarannya.

Dari pendapat ulama tersebut, dapat ditarik kesimpulan, bahwa Allah tidak pernah tidak mengabulkan sebuah do’a. Pengabulan itu hanya soal “kapan” dan “bagaimana caranya” saja. Allah sangat tahu “kapan” dan “bagaimana caranya” mengabulkan, dimana “kapan” dan “bagaimana cara” Allah mengabulkan itu tidaklah selalu sama dengan “kapan” dan “bagamana caranya” manusia minta dikabulkan. Keputusan “kapan” dan “bagaimana cara” Allah mengabulkan itu adalah yang paling tepat dan jitu. Sebab, dalam posisi ini, Allah mengetahui yang terdahulu dan terkemudian, Allah mengetahui semua yang telah terjadi dan semua yang belum terjadi. Sekali lagi, inilah yang dinamakan kesadaran.

Sebagai motivasi bagi kita adalah, bahwa Iblis saja yang durhaka dan jelas-jelas menentang-Nya – artinya, dalam posisi ini Iblis penuh bergelimang dosa – dikabulkan do’anya ketika ia meminta untuk dipanjangkan umurnya hingga kiamat tiba.

Oleh sebab itu, penting dalam berdo’a itu dalam posisi tulus dan posisi yakin. Kombinasi dua posisi ini yang akan senantiasa menghidupkan dan mengembangkan harapan. Harapan yang tak pernah mati itulah cikal bakal lahirnya optimisme. Dan, tak syak lagi, optimisme sangat baik dampaknya bagi kehidupan manusia.

So, selamat menyongsong tahun 2010 dengan do’a dan optimisme.


NB: **Tulisan ini, hanya sekadar untuk berbagi dan sebagai sebuah upaya menunaikan perintah mulia yang pernah dititahkan kepada saya ratusan tahun yang lalu, “Sampaikanlah olehmu, walaupun hanya satu ayat”. Mudah-mudahan bermanfaat. Amin...**


KONSULTASI BISNIS
Bagaimana Menemukan Ide dan Memulai Bisnis Anda?
Silakan menuju ke "RUANG KONSULTASI". Klik Disini!!

37 komentar:

Rama mengatakan...

Sepakat mas..

salam kenal ya..

A9YnD1LV3R mengatakan...

Menarik sekali artikelnya! Pengetahuan tambahan lagi bagi saya.

Tugas manusia hanyalah meminta, biarkan Allah yang menentukan caranya.

Bisnis Online mengatakan...

setuju n sepaham :)

wellsen mengatakan...

Artikel yang membangkitkan semangat dan motivasi kita di awal tahun 2010 ini :)

Mohan Adha Rifa'i mengatakan...

Wah sifat optimisme jadi bertambah nih, hehe, salam knal, kommnet ke blogku juga ya

arkasala mengatakan...

terima kasih atas pencerahannya Mas. Inget juga kesimpulan dari seorang ustadz atas doa ini: imani, hayati dan amalkan dengan diimbangi luruskan niat dan sempurnakan ihtiar dengan sabar dan tawakal. :)
Duh semoga saya bisa mengamalkannya Mas !
Salam hangat selalu

fadly muin mengatakan...

wow! sepertinya saya tidak menemukan celah untuk membuka lebar ruang diskusi ini mas Khery. apa yang anda katakan pada titik optimisme itu sangat menggugah saya sebagai manusia.

secara umum banyak hal yang yang akan mengeilkan aaupun membesarkan bobot optimisme itu. perlu pemahaman yang dalam akan semua hal yang menyangkut hakikat kita sebagai manusia..

sebagai contoh, sikap doa itu. disini ada semacam "keraguan" yang mungkin di bahasakan dengan kata "cemas" oleh seorang hamba, atas doa yang ia mohonkan untuk dirinya. titik keraguan disini mungkin karena adanya nilai-nilai yang keropos terhadap keyakinan yang mendalam terhadap haikat keberadaan Allah.

solusi yang mungkin berguna tiada lain adalah mempertajam kualitas pemahaman terhadap nilai2 ketauhidan..

artikelnya cukup menggoda mas Khery :)

Khery Sudeska mengatakan...

@arkasala: Semoga saya juga demikian, Kang. Semoga kita semua mampu mengamalkannya. Amin. Dan, salam hangat juga selalu untuk Kang Yayat... :)

@fadly muin: Hehehe... Komentar2 Pak Fadly pun selalu jauh lebih menggoda saya. Memang benar, kita dua lawan jenis yang saling jatuh cinta lewat komentar. Hahaha... Saya setuju dengan tambahannya, Pak. Btw, saya mau tahu nih. Pak Fadly alumni HMI ya? Saya hanya menduga saja. Betul apa tidak? :D

syd mengatakan...

Lama ga berkunjung nih mas :D

Action Figure Toy mengatakan...

bener-bener tulisan yang memberikan inspirasi
optimis dan doa, modal awal meraih kesuksesan hidup.

arkum mengatakan...

Sudah saya duga ms, dibalik tulisan2 anda, sy memang menemukan corak berpikirnya "orang yang ideologis". Apalagi anda juga katakan "ideologi Islam" scr lgsg ditulisan ini.Untk commentnya, sama dgn ms fadly, kelihatannya jg tidak ada celah saya tuk menuliskan comment tambhn disini. Tulisannya ms sudeska emang bagus.

kezedot mengatakan...

kunungan perdana
salam dalam kehangatan musim

fadly muin mengatakan...

mas Khery, saya bukan alumni HMI :)
saya hanya pernah jadi "korban" dari buku-buku yang bersentuhan dengan apa yang anda kemukakan di artikel ini.. latar belakang pendidikan sosiologi, dan menjalar bacaan ke filsafat, psikoanalisi tapi tidak tuntaslah... hanya suka baca-baca saja..

kok ramalannya ke HMI mas?

Khery Sudeska mengatakan...

@arkum: Duh, jangan terlalu memuji, Mas. Saya pribadi masih dalam proses. Segala masukan dan koreksi akan dengan lapang hati saya terima, untuk menjadi jauh lebih baik lagi. Trims, Mas... :)

@fadly muin: Bahasanya Pak Fadly unik juga tuh, menjadi "korban". Hehehe... Saya hanya menduga saja, Pak. Sebab, gaya bahasanya kelihatan hampir sama. Kalau saya memang alumni HMI. :)

wempi mengatakan...

Allah SWT memberi apa yang kita butuhkan bukan memberi apa yang kita minta. :D

Agus Siswoyo mengatakan...

Optimisme menyambut tahun 2010 dengan tantangan yang lebih ekstreem. Insyaalloh sukses...!

belajar bisnis internet | hill mengatakan...

mudah2n sy termasuk org2 dari golongan yang selalu "tersesat" di jalan yg benar :D

btw soal trackback dari bloger ke wp malah baru denger :D. tar bongkar2 dl blog nya para master tutorial,klo udh dpt jwbannya di kbri :D

kucrit mengatakan...

tulisan sampean memang inspiratif mas..
semoga kita termasuk orang2 yang selalu optimis..
salam perdamaian.. hehe

pasutrisatu mengatakan...

yap..usaha, optimis diiringi doa..insya Allah yang dicita-citakan akan berhasil!

heru mengatakan...

sangat inspirasi sekali tulisannya mas sudeska, semakin menambah wawasan saya. tahnks ya atas artikelnya selama ini. sukses selalu buat mas sudeska

ALRIS mengatakan...

Posting mantap mas. Salam

dadangsupriadi mengatakan...

Terimakasih telah diberikan satu tulisan yang sangat bermanfaat..
Optimis harus ,usaha sudah jelas

Khery Sudeska mengatakan...

@wempi: Trims tambahannya, Bro... :D

@Agus Siswoyo: Yups! Insya Allah!

@hill: Hehehe... "tersesat" di jalan yang benar. :D Ok, ditunggu hasil pencariannya, Kawan.

@Kucrit: Tq, Crit. Salam perdamaian... :D

@heru: Sama2, Mas Heru... :)

@ALRIS: Makasih, Mas... :)

@dadangsupriadi: Hehehe... Pak Dadang bisa aja. :D Sama2 Pak Dadang... :)

Sugiana Hadisuwarto mengatakan...

Saya setuju Mas, dengan do,a dan optimisme dunia akan lebih baik lagi dan jangan lupa tebarkan kedamaian dengan sesama. Selamat Tahun Baru dan sukses selalu.

blog Internet Marketing mengatakan...

Do'a dan Optimisme....saya sangat setuju dengan kata-kata ini.Postingan yang menarik dan inspiratif. Salam sukses.

Rumah Petani | Rumah Penyuluh mengatakan...

Hidup harus selalu optimis, itulah bukti kita berkehendak untuk maju. Optimisme tanpa disertai Do'a juga bukanlah langkah yang bijak, ingat siapa yang menciptakan kita, DIA-lah sang Maha Kuasa yang menentukan segala daya upaya kita.

hpnugroho mengatakan...

maaf mas, saat ini sy tidak komentar mengenai hal diatas, hanya ingin menyampaikan pendapat saya mengenai hal di blog kang Yayat, silahkan di cek disana saja ya ..
sekali lagi maaf jika telat respon ..

Pencarian mengatakan...

Meski telat kuucapkan Selamat tahun baru yah

maria mengatakan...

saya suka kalimat yang terakhir sebagai NB......
sebuah perintah mulia yang dititahkan kesaya ratusan tahun yang lalu.menurut penilaian saya anda pernah hidup sebelum kehidupan yang sekarang. boleh itu dipostingkan mendatang ,pasti menarik .

dvdgratis mengatakan...

Salam Kenal...
Infonya Bagus Kang, Thank's ya...Sangat membantu kita...
Sedikit informasi nih,
buat kawan2 yang ingin terus semangat dan termotivasi, kawan bisa dapatkan dvd/cd motivator-motivator hebat disini secara gratis DVD GRATIS

lingkungan kita mengatakan...

manusia hanya berikhtiar...pada akhirnya Allah yang menentukan...Allah Yang Maha Tahu dan Maha kuasa.....artikel yang sangat mencerahkan...

lingkungan kita mengatakan...

blog ini semakin mencerahkan....thanks infonya

Rita Susanti mengatakan...

Tulisan yang insyaALLAh mampu memaksa pembacanya untuk merenung dan memikirkan serta menengok kembali tingkat keyakinan kita akan janji Sang Pencipta Alam semesta tersebut. Sangat mencerahkan Bang...

Meski mungkin sebagai manusia tingkat keyakinan akan terkabulnya doa itu pun senantiasa fluktuatif (pasti juga dipengaruhi oleh tingkat keimanan). Dan mungkin itulah satu tantangan bagi kita agar bisa selalu menjaga tingkat keyakinan di sepanjang perjalanan hidup.

bundadontworry mengatakan...

terima kasih utk artikel yang sangat bermanfaat ini, Mas Sudes.
semoga saja bunda bisa menjalani semua dengan niat yg lurus dan ikhtiar yang maksimal,amin.
salam hangat utk keluarga.
salam.

bluethunderheart mengatakan...

blue menyukai postmu
salam hangat dari blue

yunus Chalim mengatakan...

Allah selau mengabulkan setiap permintaan hambanya, bahkan iblis juga,, terimaksih mas,, lagi2 sebuah pencerahan

Cara Alami Mengatasi WC Mampet mengatakan...

informsi yang menarik dan bermanfaat sekali nih gan...
di tunggu info selanjutnya, thanks

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Bagi sahabat-sahabat pembaca yang belum mempunyai Blog, anda tetap bisa berkomentar/bertanya disini. Caranya, pada "Select frofile..." pilihlah Name/URL. Tulis pada kotak Name dengan Nama Anda, dan kotak URL anda kosongkan saja. Tuliskan komentar/pertanyaan anda di dalam kotak komentar, lalu Poskan Komentar anda.

 
© Copyright by Blog Khery Sudeska  |  Template by Blogspot tutorial