08 Januari 2010

Mengapa Para Nabi itu Manusia?

Seorang wanita datang menemui Ali,

“Bayiku tiba-tiba berjalan merangkak di atap dekat saluran pipa air, yang tidak bisa kujangkau. Dia tidak mau mendengarkan aku. Aku terus berbicara kepadanya, namun dia tidak memahami bahasaku.

Aku membuat gerakan bahasa tangan. Aku tunjukkan kepadanya susu-susuku, namun dia terus merangkak pergi. Apa yang harus kulakukan?”

“Cari dan letakkan bayi lain yang seusia dengannya ke atas atap itu.”

Perempuan itu menuruti saran Ali tersebut. Ketika bayinya melihat teman bayi itu, bayi itu tiba-tiba dengan cepat merangkak pulang dari ujung atap.

Para nabi adalah manusia karena alasan ini. Agar kita bisa melihat mereka dan diliputi kegembiraan dalam kehadiran mereka yang hangat, dan merangkak pulang dari ujung atap.


NB: *Cerita ini adalah gubahan Jalaluddin Rumi yang saya ambil dari Masnawi.

**Ada kesibukan yang padat di kampus di penghujung semester ini; ada jadwal kuliah tambahan, mempersiapkan soal untuk para mahasiswa di ujian semester, sampai kepada hal-hal lainya yang bersangkutan dengan itu, membuat saya tak punya kesempatan untuk melakukan “up-date yang utuh”. Meski demikian, saya harap cerita ini bermanfaat.


KONSULTASI BISNIS
Bagaimana Menemukan Ide dan Memulai Bisnis Anda?
Silakan menuju ke "RUANG KONSULTASI". Klik Disini!!

28 komentar:

alamendah mengatakan...

(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Perumpamaan sederhana tetapi sangat tepat.

akubunda mengatakan...

kunjungan siang bang......
selamat bersibuk ria...:D

arkasala mengatakan...

saya salut banyak sekali bahan yang menjadi bacaan Mas Khery ....
Salam sukses Mas atas kesibukannya.

nakjaDimande mengatakan...

Bagus sekali sudeska.
para nabi adalah manusia agar kita bisa menirunya, tapi seringnya kita berkata "beliau kan Nabi, saya hanya manusia biasa" alasan yang klasik

dan bila suatu hari dirimu ndak mau pulang, bundo akan kesana menjemputmu.

Berry Devanda mengatakan...

mengena sekali...
simple dan sederhana namun mengena...

arkum mengatakan...

Simple tapi to the point ms, trims inspirasinya dari kisah Ali ini

Khery Sudeska mengatakan...

@alamendah: Mudah2an bermanfaat, Mas Alam. Hehehe...

@akubunda: Ok, nDa... :D

@arkasala: Ah, Kang Yayat bacaannya juga banyak tuh. Hehehe...

@nakjaDimande: Waakakakak..., Ok deh... kalo gitu aku merangkak ke atap ya, Mande? :D

@Berry Devanda: Hehehe... Trims, Mas... :)

@arkum: Hehehe... Ini update di kala waktunya terjepit, Mas...

IwanKus mengatakan...

salut deh sama mas khery...
waktu mepet masih sempet update artikel bagus...
blog anda masuk blog favorit 2009 versi IwanKus.com lho...

fadly muin mengatakan...

ringkas namun saya rasa kita bisa memetik pesan terselubung di balik artikel ini mas khery.

btw. saya baru tau, kalau anda adalah dosen. ngajar mata kuliah apa mas?

belajar bisnis internet | hill mengatakan...

kira2 semester skrg sy dpt nilai bagus ga pak dosen :D wkwkwk...selamat bersibuk2 ria kawan, ditunggu content2 terbaiknya di dunia blogosphere

alfarolamablawa mengatakan...

setuju...
nice perumpamaan..
great!

syd mengatakan...

Berkunjung mas :D

kw mengatakan...

gitu ya, analogi yang keren

arsumba mengatakan...

walah.... jadi sampean ini dosen to mas...
makanya pengetahuannya luas banget...
keknya saya perlu banyak belajar dari mas nih.. :D

Rafi mengatakan...

Nice Posting. Salam Kenal yaa

herumengatakan...

nice post mas sudeska, selamat bersibuk ria, semoga sukses selalu

Joddie mengatakan...

manteeeep... I luv this!! mereka menjadi serupa dengan kita.. agar bisa mengerti kita yg juga manusia biasa juga.. ^^

Muji Sasmito mengatakan...

semua yang dishare pasti bermanfaat. apalagi itu tulisan.

genial mengatakan...

wahh mafin saiia pa'a dosen (ternyata) klu ternyat pula sewaktu saiia bertandang ke sini dan menggunakan bahasa yang gag enak atau gmn... :(

Ongki mengatakan...

keren! salut..
perumpamaan yg cocok

sobatsehat mengatakan...

walau sibuk masih sempat menulis ya bang.mantap

maria mengatakan...

aku ketinggalan kereta nih ,salut sama pak dosen
yang sibuk tapi masih ingat para penggemar-nya.

Wasyoko mengatakan...

nabi itu manusia karena cuma makluk yang sempurna dan sama seperti orang yang ada disekitarnya,gitu aja repot.salam selalu.

wasyoko mengatakan...

karena semua sama dengan kita.salam selalu

hanif mengatakan...

Jika tidak manusia, maka akan lebih sulit lagi diikuti dan dipatuhi.

Action Figure Toy mengatakan...

pertama sih agak bingung
tapi setelah dibaca-baca, akhirnya ngerti juga
inspiratif banget mas

iskandaria mengatakan...

Hmm, saya agak kesulitan menangkap pesan di balik cerita singkat di atas. Nabi memang harus manusia agar ia bisa lebih mudah dalam menyampaikan dakwahnya kepada umat manusia. Kalo berupa malaikat kan bisa berabe? he he he :)

bundadontworry mengatakan...

terlihat dari bahan bacaan yg dibaca Mas Sudes, pemilik blog ini benar2 orang yg mengagumkan.
pantas saja tulisan di blog ini selalu bunda rindukan utk kembali dan kembali lagi.
semoga selalu sehat dgn segala kegiatan yg demikian padat ya Mas Sudes.
salam.

:)) :)] ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Bagi sahabat-sahabat pembaca yang belum mempunyai Blog, anda tetap bisa berkomentar/bertanya disini. Caranya, pada "Select frofile..." pilihlah Name/URL. Tulis pada kotak Name dengan Nama Anda, dan kotak URL anda kosongkan saja. Tuliskan komentar/pertanyaan anda di dalam kotak komentar, lalu Poskan Komentar anda.

 
© Copyright by Blog Khery Sudeska  |  Template by Blogspot tutorial